Rudianto Lallo Terima Para Lembaga Adat Passereanta Kerajaan Islam Kembar Gowa Tallo di Rumah Jabatannya

60

Makassar | Para lembaga adat passereanta kerajaan Islam kembar Gowa Tallo diterima Ketua DPRD Kota Makassar. Mereka adalah para Gallarrang tujua dan Tumbu Appaka Kerajaan Tallo.

Kedatangan para lembaga adat passereanta kerajaan Tallo itu disambut dengan penuh rasa kekeluargaan oleh Rudianto Lallo di rumah jabatan Ketua DPRD Makassar, Jalan Letjen. Hertasning, Rabu (14/9/2022).

RL akronim dari Rudianto Lallo yang merupakan putra asli Makassar (Lakkang) menerima para gallarang dan Tumbu appaka diruang tamu rumah jabatan ketua DPRD Makassar.

Baca Juga : Rudianto Lallo Bareng Rahmat Endong Patompo Diskusi Pembangunan Kota

Ketua DPRD Makassar ini banyak mengisahkan sejarah tentang kerajaan Tallo dan sejarah masuknya islam di kerajaan itu hingga penyebaran Islam diterima oleh kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan.

“Hari ini kita bersyukur dapat hadir bersama para Gallarang dan Tumbu Appaka kerajaan Tallo. Ini Satu kebahagian buat saya, sebagai putra Makassar,” kata Rudianto.

Rudianto Lallo yang juga putra asli Lakkang ini di hadapan para pengurus Lembaga Adat Pasereanta Firma Sombali Kerajaan Islam Kembar Gowa Tallo banyak mengisahkan tentang kehebatan para raja-raja Tallo dimasa nya hingga pada akhirnya para keturunan raja Tallo banyak meninggalkan kerajaannya akibat dari perjanjian Bongaya. Dimana saat itu kerajaan Gowa takluk ditangan penjajah belanda.

“Untuk mengenang kehebatan raja Tallo. Bapak ibu para gallarang dan Tumbu Appaka. Nama ruang ini saya beri nama Karaeng Matoayya,” kata Rudianto.

Mendengar apa yang disampaikan ketua DPRD Makassar itu pelaksana tugas Raja Tallo 39 Andi Iskandar Esa Daeng Pasore Karaeng Bonto Majanang yang juga Ketua Lembaga Adat Pasereanta Firman Sombali Kerjaan Islam Kembar Gowa Tallo merasa bersyukur atas perhatian putra lakkang itu.

Ketua DPRD Makassar itu pun berharap nama-nama jalan di Makassar juga diberikan nama para raja Tallo yang termasyur di zaman.

“Makassar ini kampung halaman kita, Jangan lah kita seperti tamu. Tapi jadikanlah Makassar tempat kita membangun dan menjaga budaya kita sendiri. Jalan di Makassar ini sebaiknya diberikan nama-nama para raja Tallo, Supaya apa? Supaya anak-anak kita kelak masih ingat sejarah besar kerajaan Tallo,” tutur kader NasDem ini.

“Terus terang saya merasa sedih. Baru-baru ini saya mengunjungi Balla Lompoa Barrombong. Saya berkunjung sekaligus berziarah ke pekuburan para kesatria dan para punggawa pegawal Raja I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape Muhammad Bakir Sultan Hasanuddin raja Gowa XVI,” ujar Rudianto.

Tidak hanya itu putra Lakkang itu juga merasa miris. Hingga saat ini Kerajaan Tallo tidak memiliki Balla Lompoa.

“Ada Balla Lompoa Barombong. Kerajaan Tallo hingga saat ini belum memiliki Balla Lompoa. Ini juga yang membuat saya miris. Saya berharap kepada para gallarang dan Tumbu Appaka, untuk berupaya agar Kerajaan Islam terbesar ini bisa memiliki Balla Lompoa,” tutur putra Lakkang ini.

Mendengar apa yang disampaikan Ketua DPRD kota Makassar itu. Ketua Lembaga Adat Pasereanta Firman Sombali Kerajaan Islam Kembar Gowa Tallo pun mengatakan berharap Kerajaan Tallo kedepan telah memiliki Istana Balla Lompoa.

“Kami memiliki lahan tanah milik Kerajaan Tallo di Campagayah. Saat ini lahan itu ditempati oleh para penggarap, itu sudah kami sepakati dengan para pejaga lahan akan dibangun Balla Lompoa,” ungkap Andi Iskandar.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here