Rudianto Lallo Sampaikan HM Daeng Patompo: Pemimpin yang Melegenda

53

Makassar | Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo bersama Putra Wali Kota Makassar periode 1959-1978 Muhammad Daeng Patompo, Rahmat Endong Patompo duduk bareng membahas kepemimpinan Wali Kota Makassar era Patompo.

Keduanya bertemu di salah satu Warung Kopi (Warkop) di Jl Pongtiku, Kota Makassar, Selasa (25/10/2022). Pertemuan ini juga dihadiri puluhan komunitas Anak Rakyat.

Mengawali pembicaraan, Rahmat Endong Patompo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Rudianto Lallo yang tidak pernah melupakan jasa pemimpin pendahulunya.

Endong menilai, ide dan gagasan mendiang ayahnya Patompo yang telah meninggalkan sejumlah bangunan bersejarah di Makassar terus mendapat apresiasi dari Politisi Nasdem, Rudianto Lallo.

“Hingga saat ini, Anak Rakyat Rudianto Lallo konsisten menyampaikan apa yang ditorehkan ayahanda saya Muhammad Daeng Patompo dalam membangun Kota Makassar di masa menjabat sebagai wali kota. Tak banyak politisi di Makassar yang menyebarluaskan apa yang dilakukan Muhammad Daeng Patompo,” ucapnya.

Endong mengatakan, semasa menjabat Patompo benar-benar mengabdikan dirinya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar. Berbagai hal pembangunan di Makassar sejak zamannya masih berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik hingga saat ini.

“Tanggul yang menjadi penyangga banjir di daerah Kecamatan Tamalate masih dikenang hingga saat ini, dan banyak lagi bangunan lainnya dikenang berkat idenya,” kata Endong.

Sementara, Rudianto Lallo dengan tegas menyampaikan, salah satu Wali Kota Makassar yang melegenda adalah HM Daeng Patompo. Berkat Patompo, wilayah Kota Makassar bertambah luas. Tiga wilayah daerah tetangga, Maros, Gowa, dan Pangkep bergabung dalam administrasi Kota Makassar.

“HM Daeng Patompo paham jika wilayah Makassar sempit, sehingga dilakukan perluasan. Tiga wilayah tetangga digabung, wilayah kepulauan dari Kabupaten Pangkep, Tamalate dari Gowa, dan Biringkanaya dari Maros,” kata Rudianto Lallo.

Tak sampai di situ, Legislator Makassar dua periode ini, menyampaikan, berbagai pembangunan masa pemerintahan Patompo yang hingga saat ini masih menjadi yang terbaik. Diantaranya, pembangunan drainase di Jl AR Hakim, Kecamatan Tallo yang memiliki luas sekitar 3 meter. Berkat drainase selebar itu, hujan turun berjam-jam tidak sampai menyebabkan genangan.

“Ini contoh pembangunan yang baik. Sudah puluhan tahun berlalu, namun berfungsi dengan baik. Untuk pemimpin Kota Makassar ke depannya harus banyak belajar dari HM Daeng Patompo,” paparnya.

Rudianto Lallo mengatakan, satu program lainnya yang juga menarik dipelajari, yakni program pemberantasan kemiskinan, kebodohan, dan kemelaratan. Program itu benar-benar hadir untuk masyarakat menengah ke bawah.

Selain itu, Rudianto Lallo menyebut, bendungan HM Daeng Patompo yang dibangun pada 1965. Bedungan itu untuk membendung air Sungai Jeneberang yang meluap yang kerap mengakibatkan banjir di sejumlah perkampungan di Kecamatan Mariso.

“Saat itu anggaran yang sangat terbatas, namun dengan kemampuannya meyakinkan pemerintah pusat, sehingga Kota Makassar mendapat support anggaran,” jelasnya.

“Jadi memang HM Daeng Patompo hadir untuk rakyat, di masanya pembangunan hadir di wilayah kumuh, kampung saya di Lakkang hadir puskesmas di masa kepemimpinan HM Daeng Patompo,” tutup Rudianto Lallo. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here